Hingga kau bilang gak perlu miskol2 dan terlalu lebay lah.
Aku punya alasan kenapa aku miskol, saat ak mengingatmu lebih dari kata rindu aku cuma berani miskol, aku gak berani nelpon ataupun yang lainnya karna aku tau kamu gak akan senang dan kamu akan marah. Jadi cuma itu yg bisa aku lakukan, dan aku tak pernah tau berapa banyak air mata yg jatuh, hingga ku tulis ini pun ak masih menangisimu. Aku bodoh hanya karena suatu rasa yang gak bisa aku kendalikan.
Saat itu, aku jatuh sejatuh2nya, tapi aku melupakan segalanya karna ntah alasan apa. Bahkan sampai saat ini ak tak bisa membencimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar